Tags

, , ,

Entah rame atau tidak topik poligami ini, bagi saya tidak. karena poligami itu hal yg biasa. hanya pria yang menikahi wanita lebih dari satu. tidak ada yg istimewa.

karena poligami terdapat dalam hadist, para lelaki memanfaatkan dengan mendukung hadist tersebut dengan cara mempraktekkanya tanpa melihat lebih dalam hakekat atau makna yg terkandung didalamnya. Syarat poligami itu bukan hanya mapan atau mampu secara dunia maupun akhirat, tapi adil menjadi faktor penting lainnya.

ada pernyataan dari Dr. Muhammad Abdullah Al-Wuhaibi, beliau adalah seorang professor akidah dan perbandingan mazhab di King Saud University. ketika beliau ditanya “Saya sudah menikah dan ingin menikah lagi yg kedua dengan niat menjaga kehormatan wanita”

Syaikh hanya menjawab: “berikan saja hartamu kepada seorang pemuda yg membutuhkan sehingga dia bisa menikahi wanita tersebut dan anda pun mendapatkan dua pahala yaitu menjaga kehormatan wanita dan membantu orang menikah”

naaaah ! asik kan jawabanya.

Ustad Syafiq Riza Basalamah pernah menyinggung hal ini pula, kata beliau “Poligami itu sunah, tapi sikap adil wajib! kalo nda bisa adil jadinya haram” sontak saya dan istri tertawa mendengar penyataan ini. Thanks ustad atas pernyataannya.

Suka tidak suka atau percaya atau tidak percaya (amit-amit cabang bayi) Saya tidak mau berpoligami bahkan saya agak aneh memikirkannya walaupun kakek saya menganut poligami dengan kondisi kedua istri akur dgn rumah berdampingan beda dapur.

Karena pernyataan saya itu banyak pihak yg menuduh saya naif, “kalo ditawari juga mau” atau statement macam2lah. saya mingkem aja.

Alasannya ?

a.  Saya mencintai istri. karena…..? tidak ada karena, hanya cinta saja. bagi saya mencintai itu tidak pake alasan. dan lagipula saya tidak sanggup membagi cinta dengan wanita lain.

b. saya itu orangnya agak berantakan. menganut pemikiran otak kanan nganan sekali. hidup semaunya tanpa rencana. Dengan pembuktian bahwa mendapatkan istri tanpa melalui prosesi pacaran. bentangkan sejadah, sujud dan doa siang malam, tidak lama muncul sosok wanita cantik berjilbab, saya kenalan dan langsung lamar. walau modal kurang tapi masih bisa melangsungkan pernikahan yg cukup ramai. hal ini yg akan selalu saya ingat.

c. ini yg paling penting. saya memulai pernikahan ini dari dasar sekali. kami sama-sama miskin. kami sama-sama bangkit. sangat susah, sangat senang dilalui dengan Alhamdulillah. ketika saya membawa madu kerumah, piring gelas akan pecah. tapi bukan masalah piringnya, tapi masalah janji. janji saya dalam hati sejak saya melamarnya. dan sekarang saya mampu, walaupun belum bisa beli rumah secara cash. tapi sudah mampu belikan Pizza Hut kerumah tanpa ngutang. “madu”nya entar kebagian enaknya aja dong?! enak aaaajjjaa. ya kan bu?!

Apapun dalilnya, apapun nasehatnya, apapun keistimewaannya In Syaa Allah saya tidak ingin berpoligami. dan jikapun alasan diatas belum lengkap mohon diterima. karena memberi lebih baik dari menerima.

Advertisements